Penggunaan AI Dalam Bidang Islam
Kecerdasan buatan atau dalam bahasa lnggrisnya Artificial Intelligence sering disingkat Al merupakan studi tentang bagaimana membuat komputer dapat melakukan hal yang pada saat itu lebih baik dilakukan oleh manusia. Pada Artificial Intelligence, komputer dirancang untuk menjadi cerdas dan pintar sehinggga dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia dengan menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, penalaran, pemecahan masalah, bahkan sampai pada pengambilan keputusan.{Rich dan Knight, 1991: 3).
Perkembangan teknologi yang pesat membuat manusia semakin kreatif. Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) merupakan kecerdasan yang diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Secara fundamental dan umum, definisi tentang kecerdasan buatan dapat dikelompokkan dalam empat kategori, yairu:
- Sistem yang dapat berpikir seperti manusia (Thinking Humanly).
- Sistem yang dapat bertingkah laku seperti manusia (Acting Humanly).
- Sistem yang dapat berpikir secara rasional (Thinking Rationally).
- Sistem yang dapat bertingkah laku secara rasional (Acting Rationally)
Perkembangan teknologi yang pesat harus selalu beriringan dengan mempelajari ilmu agama. Keduanya harus berjalan bersama, sehingga manusia yang menciptakan dan menggunakan teknologi bisa tetap menjadi manusia yang taat kepada Allah SWT.
Kali ini akan dibahas teknologi mengenai robot yang sudah memanfaatkan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI). Pada dasarnya Islam tidak melarang adanya teknologi dan perkembangannya. Justru Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang berilmu dan juga bertakwa. Penjelasan yang menarik dari seorang Profesor di bidang Kecerdasan Buatan yang mengaitkan antara Kecerdasan Buatan dan Sunnatullah. Beliau menambahkan bahwa sunnatullah yang beliau maksud di sini adalah hukum atau ketentuan Allah Azza wa Jalla yang saintis barat sebut Nature's Law, Intelligent Design dan sebagainya yang merangkumi hukum fisika, biologi, kimia, astrologi dan sebagainya.
Sunnatullah adalah suatu sistem dan peraturan yang ditentukan oleh Allah Taala untuk manusia, hewan dan semua jenis makhluk di dunia ini. Sunnatullah tidak akan berubah dan tidak ada siapa yang dapat merubahnya sejak Allah Taala wujudkannya sampai kapanpun. Firman Allah SWT yang artinya: "Karena engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi Sunnatullah, engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang penukaran bagi perjalanan sunnatullah itu." (Fathir: 43) Jadi menurut Prof. Dr. Mohd Zakree Ahamd, Kecerdasan Buatan sebenarnya hanya meniru hukum alam yang sesuai dengan Sunnatullah, sehingga tidak ada sama sekali didalamnya sebuah pelencengan dari apa yang sudah menjadi ketetapan Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar